Dasar-Dasar Digital Media

Disuruh bikin tugas, lalu ada dasar teorinya, lalu saya pun bingung mau nulis apa. Berdasarkan pengalaman saya  mencoba menuliskan apa ditu digital marketing. Tulisan ini masih banyak kekurangannya, silahkan ditanggapi, dilengkapi, dishare, dan digunakan seperlunya. Terima kasih sebelumnya. Terima kasih kepada anggota kelompok Aswin, Ajeng, Bambang, dan Ratih.


Digital marketing adalah term yang biasa digunakan dalam dunia marketing yang menggunakan teknologi digital, namun juga termasuk mobile advertising, display advertising, dan media digital lainnya. Digital marketing umum digunakan pada saat orang-orang sudah mulai menggunakan internet untuk melakukan aktifitas sehari-hari seperti mencari informasi, berbelanja, nonton, dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan waktu, Digital marketing dapat dibagi menjadi dua yaitu Digital Creative & Content dan Digital Media & Performance.

Digital creative & content adalah sebuah kegiatan marketing untuk melakukan engagement terhadap pelanggan dari sebuah merek atau perusahaan. Digital creative & content biasanya meliputi media-media yang memang dimiliki oleh perusahaan tersebut termasuk teknologinya (owned media) dan juga untuk media-media yang dikelola oleh sebuah brand atau perusahaan namun menggunakan platform yang sudah ada (earned media). Contoh dari owned media adalah sebuah website, microsite, dan aplikasi, sedangkan contoh earned media adalah Facebook Fanpage, Twitter brand account, Instagram brand account atau biasanya disebut dengan social media. Digital creative and content ini memerlukan sebuah creative content untuk dapat mengatur media nya, baik yang sifatnya rutin setiap hari maupun yang sifatnya sesaat (tactical). Contohnya sebuah merek / perusahaan memerlukan sebuah content strategy agar akun yang mereka kelola tetap memiliki aktivitas atau memerlukan ide kreatif seperti upload video baik menggunakan microsite atau bisa juga menggunakan platform yang ada seperti facebook, twitter.

Digital media & performance adalah sebuah kegiatan marketing untuk mencapai target audience yang sebesar-besarnya dan efektifitas dari pencapaian target tersebut apakah target memang sesuai dengan objektif, hingga pada akhirnya dapat menghitung output baik berupa  sebatas awareness dari sebuah produk maupun pembelian langsung. Untuk melakukan perhitungan tersebut diperlukan sebuah alat yang dapat melakukan tracking, seperti Google Analytics.

Untuk mencapai target audience tersebut, biasanya merk / perusahaan menggunakan pihak lain yaitu media pada umumnya seperti detik.com, kompas.com, facebook.com, dan lain-lain. Pada prakteknya, perusahaan menggunakan agency dalam melakukan pembelian terhadap media-media tersebut.

Ketika merk/perusahaan menggunakan jasa media tersebut, maka media-media tersebut akan memberikan keluaran yang berupa:

  1. Impresi (Impression) adalah sebuah keluaran dari media, yang didefinisikan sebagai jumlah iklan yang dilihat oleh target audience.
  2. Klik (click) didefinisikan sebagai banyaknya orang yang melakukan click terhadap iklan.
  3. CTR (Click Through Rate) adalah jumlah click dibagi dengan jumlah impresi.
  4. Engagement, biasanya digunakan di media sosial yang sifatnya berbayar. Engagement dapat berupa aktivitas yang terjadi, seperti repost (retweet), favorite, click links, dan lain-lain.
  5. View, digunakan di media yang berbasis video, seperti youtube.
  6. Lead adalah banyaknya orang yang melakukan pengisian terhadap sebuah form website.
  7. Akuisisi adalah jumlah transaksi yang terjadi akibat terpapar oleh iklan tersebut melalui sebuah media.
  8. Download/Install, adalah jumlah transaksi download/install yang terjadi akibat dari iklan sebuah media.

Secara garis besar media-media yang ada dapat dikategorikan sebagai berikut:

Digital Media - podelz.net

Untuk menggunakan media-media di atas maka perlu dipahami terlebih dahulu jenis-jenis skema pembelian yang ada:

  1. Period based adalah pembelian yang berdasarkan waktu lamanya merk/perusahaan beriklan. Period based bisa bersifat harian, mingguan atau bulanan.
  2. CPM (Cost Per Mile Impression). Seperti dijelaskan di atas, Impresi adalah, jumlah iklan yang terpapar oleh target audience, jadi jika diartikan CPM adalah biaya yang dikeluarkan oleh merk/perusahaan berdasarkan per seribu jumlah impresi yang didapat.
  3. CPC (Cost Per Click), adalah pembelian yang berdasarkan banyaknya jumlah klik yang didapat dari target audience.
  4. CPL (Cost Per Lead). Jika merk/perusahaan memiliki sebuah form registrasi atau form lainnya, maka mereka dapat menggunakan jasa media dengan melakukan pembelian berdasarkan banyaknya orang yang mengisi form tersebut.
  5. CPA (Cost per Acquisition). Jika perusahaan memiliki sebuah transaksi pembelian dalam sebuah website, beberapa media menawarkan sistem pembayaran yang berdasarkan akuisisi pelanggan.
  6. CPD/CPI (Cost Per Download/Cost Per Install), skema pembelian ini digunakan untuk melakukan sebuah campaign dengan tujuan memperbanyak jumlah download atau install.
  7. CPV (Cost Per View) adalah skema pembelian yang digunakan untuk media iklan video, dimana pembayaran akan dilakukan berdasarkan jumlah video terputar sesuai platform masing-masing.
  8. CPE (Cost Per Engagement). Dalam media sosial, engagement adalah sebuah keharusan, dan merk/perusahaan dapat menggunakan jasa iklan di media sosial dengan cara berbayar berdasarkan engagement yang terjadi. Engagement disini dapat didefinisikan sebagai sebuah repost (retweet), favourite, reply, dan click link. Pembelian iklan di social media ini adalah berbeda dengan managing media sosial untuk earned media, dimana pada earned media tidak bisa memilih target audience yang lebih besar (earned media hanya berdasarkan jumlah follower/fans yang ada).

Digital media platform dijelaskan sebagai berikut:

  1. Single Site, merupakan media yang selama ini kita kenal, seperti detik.com, kompas.com. Single site menjual produk iklan mereka, karena memang basis mereka yang memiliki traffic yang tinggi dan biasanya merupakan sebuah website berita yang credible. Iklan yang ada pada single site biasanya berupa banner, advertorial,  dan lain-lain.
  2. Ad/Web Network, banyaknya website mendorong para pelaku industri untuk memikirkan bagaimana iklan bisa tetap tayang di beberapa website, tanpa harus melakukan kontak ke masing-masing pemilik website. Untuk itulah ad network tercipta, dimana para pemegang merk/perusahaan dapat membeli iklan melalui platform ini, dan iklan mereka akan tayang di beberapa website yang telah bergabung dengan jaringan iklan tertentu. Iklan yang ada pada single site biasanya berupa banner.
  3. Mobile Network. Trend pengguna handphone dan smartphone yang semakin meningkat, mendorong pelaku industri tidak hanya memikirkan website desktop saja, namun juga mobile. Dengan konsep yang sama dengan ad network maka terciptalah mobile network untuk kebutuhan beriklan di platform mobile. Platform mobile disini bisa saja website mobile ataupun aplikasi. Iklan yang ada pada single site biasanya berupa banner.
  4. Programmatic. Setelah banyaknya para pemegang merk/perusahaan menggunakan ad network, muncul masalah baru, dimana terjadi persaingan antar merk/perusahaan supaya mereka tampil dan dominan dibanding dengan competitiornya. Untuk itu muncul sebuah sistem yang sifatnya adalah bidding, yang dilakukan oleh pihak client dalam hal ini pemegang merk/perusahaan. System bidding tersebut harus di manage setiap hari, dan ini membutuhkan resource. Untuk itu dibuatlah sebuah sistem otomatisasi dengan menggunakan sistem komputer, yang disebut dengan programmatic.
  5. Search Engine Marketing adalah media yang memanfaatkan search engine seperti Google search engine sebagai sarana untuk iklan/promosi dari sebuah produk. Dengan adanya Search Engine Marketing, pemegang merk/perusahaan dapat mengatur eksistensi mereka berdasarkan keyword-keyword yang memang dipakai oleh orang banyak.
  6. Email Direct Marketing adalah pemanfaatan email untuk melakukan iklan.
  7. Social Ads. Trend platform social media yang memang digunakan sehari-hari, menimbulkan sebuah wadah baru dimana pemegang merk/perusahaan dapat memasang iklan mereka pada platform tersebut.
  8. Video Ads. Adanya platform video seperti Youtube, membuka kesempatan yang besar untuk pemegang iklan memanfaatkannya untuk beriklan.

Digital media platform yang diatas, untuk proses pembeliannya terdiri dari dua cara, yaitu:

  1. Melalui Sales person/Account Management, dimana para pemilik merk/perusahaan cukup menghubungi Sales person dan menyerahkan materi iklan, maka iklan dapat langsung tayang sesuai kesepakatan. Secara cost, sistem seperti ini adalah fixed cost.
  2. Akses platform mandiri, dimana para pemegang merk/perusahaan dapat melakukan langsung pembelian dengan cara masuk ke dalam platform tertentu dan melakukan request. Sistem seperti ini biasanya menggunakan sistem tender. Para pengiklan langsung akan mengakses dan akan mengontrol sistem tender. Cost yang akan dikelola sifatnya adalah variabel, mengikuti banyaknya orang yang melakukan tender dalam suatu platform.

Iklan LG G2 yang pintar

Baru saja mendapatkan informasi dari website M&C Saatchi bahwa LG dengan produk G2 mengeluarkan iklan yang cukup pintar (dan sadis) menurut saya.

Mereka membuat materi iklan untuk dikeluarkan di handphone saingan mereka dengen cara mengkustomisasi isi iklan tersebut.

Adapun handphone yang menjadi target sasaran mereka adalah HTC One X, iPhone 5, dan Samsung Galaxy S4. dibawah dapat dilihat screenshots-nya.

Secara teknologi hal ini bisa-bisa saja. Keunggulan dari digital media, khususnya di mobile advertising kita bisa melakukan kustomisasi dengan berbagai level sesuai dengan target audince dan objective dari kita memasang iklan. Banyak sekali variasi yang bisa kita lakukan, kita bsia men-target berdasarkan operator, operting system, jenis handphone, browser, category applikasi dan masih banyak lainnya.

yang menarik saya untuk membahasnya adalah, cara mereka membuat materi creativenya yang cukup berani, yaitu dengan mengusung kelemahan dari masing-masing handphone saingan mereka. Ya memang sah-sah saja melakukan hal ini (mungkin) di luar sana, namun dalam etika beriklan di Indonesia, As Far As I Know, hal seperti ini masih makruh hukumnya. bagiamana menurut anda?

 

 

simPATI dan Agnes Monica

Mulai dari Bulan lalu, Brand telco terbesar di Indonesia, yaitu simPATI melakukan gaya kampanye yang sedikit berbeda. Mereka memulai untuk tidak hanya jualan produk, seperti voice, SMS ataupun data tapi mengumbar sesuatu yang disebut sebagai Lifestyle.

Dengan sosok Agnes Monica, seorang penyanyi yang selalu mendapatkan award dimana saja dan menjadi inspirasi agar lebih maju, dan juga dalam menyanyi dia tidak hanya menyanyi artinya dia melakukan aksi panggung berupa Dance yang sangat bagus, maka simPATI membuat aktivitas yang disebut dengan Dance Like Agnes.

Dance Like Agnes ini merupakan kompetisi Dance dimana hadiahnya nanti bisa tampil sepanggung sama Agnes. Nah untuk mempromosikan ini, tidak hanya di Digital saja, namun juga melalui TV, Radio, ground activity sehingga pada akhirnya dapat 10 ribu video dance. Berikut salah satu cuplikannya:

Tidak usah membahas banyak tentang Dance Like Agnes ini karena memang sudah banyak beredar di Internet :P, maka lanjut lagi, ketika Agnes Monica mengeluarkan single yang berjudul Muda (Le O Le O Le), simPATI membundlenya dengan eksklusif, dimana hanya pelanggan simPATI lah yang bisa mendownload lagu tersebut.

Dari sisi TVCnya, mereka tidak memasukkan offering basic product sama sekali, hanya branding dan juga download lagunya. Dan jika kita liat di Yutube hasilnya TVC ini dilihat lebih dari 1, 5 juta kali. Penasaran kaya apa TVCnya? saya embedd yaa..

Klo diliat gerak geriknya di twitter, simPATI benar2 memanfaatkan die hard fansnya dari si Agnes Monica dan promosi semuanya mengatasnamakan Agnes.

Dah cukup lah.. akibat lama gak penah update.. nulis susah bener rasanya 😀

Broadcast BBM (BlackBerry Messenger)

Yang punya BlackBerry pasti sering mendapatkan broadcast yang penting dan yang gak penting. Bagi saya sampai bingung mana yang penting dan mana yagn gak penting. Dan juga ada pertanyaan apa motivasi orang-orang yang mem-broadcast ini ya?

Nahh… ntah kenapa saya pengen banget untuk menuliskan ulang broadcast yagn satu ini (diterima tanggal 22 Februari 2011):

PERHATIAN!! MULAI 5 MARET 2011 JANGAN COBA-COBA MENYUAP POLISI LAGI, ITU HANYA JEBAKAN..

Segala pelanggaran di jalan raya baik naik motor/mobil “JANGAN” MINTA DAMAI, MEMBERI UANG, BERARTI MENYUAP, wlo pun Polisi menawarkan damai, karena itu HANYA PANCINGAN/JEBAKAN. “Lebih baik minta di tilang nanti di urus di pengadilan”

Ini adalah instruksi Kapolri kepada seluruh jajaran Polisi bahwa “Bagi POLISI yg bisa membuktikan warga yg menyuap Polisi – Dapat Bonus Rp. 10 jt/warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun”. (nah, lebih besar kan daripada uang damai yg hanya 50 ribu s/d 100rb, jelas aja Polisi pilih menjebak).

PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, info tsb banyak yg tidak tahu. Jadi Polisi sedang mencari2 KELEMAHAN/KELENGAHAN kita biar terpancing untuk menyuap. Di JKT/SBY sudah banyak yg kena jebakan ini, karena tidak tahu instruksi baru dari Kaplori ini.Please inform berita ini kepada siapa saja yg anda kenal terlebih keluarga anda.

Demikianlah isi broadcast BBM. Pada dasarnya isi broadcast tersebut sangat bagus, supaya kita berhati-hati agar tidak lagi menyuap polisi dan menjadi lebih disiplin dengan menaati peraturan. Namun ada yang aneh dengan isinya, pada bagian atas tertulis peraturan tersebut berlaku mulai tanggal 5 Maret 2011, di bagian penutup tertulis ” Di JKT/SBY sudah banyak yg kena jebakan ini”. Jadi ini berlaku mulai kapan sih? tanggal 5 Maret 2011 atau tanggal berapa?

ah ini hanya salah satu dari broadcast BBM yang kadang mengesalkan.. pasti teman-teman yang lain punya banyak pengalaman juga, xixixi..

 

Bing.com apakah valid?

Minggu lalu iseng mainan ke bing dan memasukkan berbagai macam keywords, salah satunya adalah “telkomsel”, namun yang ditemukan beberapa kejanggalan, seperti:

  1. Hasil organic search terhadap keyword “telkomsel” menunjukkan dan mengarahkan ke website yang benar yaitu http://www.telkomsel.com, namun jika dilihat di bawahnya terdapat direktories/URL yang menjadi bagian website tersebut, dan semuanya sudah tidak valid lagi. Memang dulu sebelum dilakukan revamping website Telkomsel, seluruh direktories/URL yang tersebut di atas masih valid, tapi apakah mereka hanya meng index setahun sekali ya? :p. Berbeda dengan google, waktu pertama revamp, url2 yang lama berangsur2 hilang dari halaman search mereka.
  2. Lihat lebih detil gambar di atas bagian sponsored links, ada dua iklan diatas, yaitu Perdana Flash Unlimited untuk iPad dan simPATI Freedom- Ngobrol Tanpa Batas. Jika kita klik pada sponsored link tersebut, tidak terdapat masalah, dari halaman bing langsung mengarah ke content yang benar, namun yang aneh adalah url di samping tulisan judul. Disana terlihat jelas bahwa untuk Flash unlimited terdapat tulisan flashunlimited.com/iPad dan untuk simPATI Freedom terdapat tulisan simpatifreedom.com. Lalu masalahnya apa? masalahnya ketika saya iseng ketik kedua url yang telah disebutkan, ternyata tidak ada isi apa-apa? Seharusnya jika ada orang yang lari ke sana di redirect ke content sesungguhnya. Saya confirmed dengan orang yang masang, ternyata mereka tidak pernah mensuggest untuk memasang domain2 tersebut? lalu darimanakah datangnya?

Melihat kasus nomor 2, IMHO url yang tertulis disana bukanlah seperti itu, jika memang kepanjangan, akankah lebih baik jika URL yang dipasang disana minimal nama domainnya (dalam kasus ini contohnya www.telkomsel.com). Memang secara behaviour orang (dalam hal ini saya)  cenderung tidak melihat/menghapal url yang ada di sana. Tapi apakah semuanya berfikiran sama? Bagaimana jika ada yang baca dan mengingatnya?

Melihat dari 2 kasus seperti di atas, saya agak bingung sekarang, banyak article yang menyatakan kurang lebih search menggunakan bing lebih oke dibandingkan dengan Google search, namun berdasarkan hasil iseng2 saya, jadi ragu, apakah benar Bing.com ini lebih oke?

Tapi ada yang cukup unik dengan bing ini, menurut informan (:P) sponsored link tadi itu ditujukan untuk Yahoo! search, dan mengingat Yahoo! menggunakan engine-nya si Bing.com wajar aja kalau sponsored link itu bisa masuk kesana. Berarti si Yahoo! Search ini benar2 ganti kulit dari bing.com :D.

Ayo cari uang teman!


Datang ke acara Sparx Up, memberikan banyak motivasi buat saya. disana banyak sekali orang-orang hebat dan creative dimana bisa membuat sebuah product yang unik dan menurut saya bisa menghasilkan sejumlah uang.
Mendengarkan presentasi dari orang-orang tersebut sempat membuat saya cukup kaget, misalnya adalah presentasi dari @masova tentang parampaa. Ternyata saya baru tahu bahwa yang bermain disana sudah 1 juta orang. Dan pada waktu kita ketik “par” di google, yang direkomendasikan paling atas adalah parampaa.
Dengan jumlah pemain yang sebesar itu, saya cukup kaget (*keplak ova*) ketika pemilik dari game ini masih membuatnya hanya untuk membuat teman bahagia, dan belum berencana untuk memonetize-nya. Hal simple menurut saya yang bisa dibuat adalah datang ke sebuah perusahaan dan menawarkan parampaa special edition untuk perusahaan tersebut.
Selain parampaa, ada banyak juga product lainnya yang tak kalah keren yang seharusnya bisa di monetize lebih lanjut, seperti rautan yang harusnya bisa membuat mobile komik dan bekerja sama dengan content provider dan masih banyak lainnya.
Hmm jadi terpikir, saat ini apakah ada company di Indonesia yang bukan hanya menanam modal saja, tetapi sebagai bisnis solution consultant yang bisa menolong startup local yang sangat potential ini untu mencari uang?
Anyway, dibalik kekurangan tersebut, kalian smua peserta membuat saya terkagum-kagum terhadap apa yang telah kalian buat. Great job guys!

Arah Perubahan Facebook

Menjadi basis data terbesar ketiga Facebook, Indonesia masih bisa memiliki potensi untuk meraih posisi yang lebih baik lagi karena users yang masih growth. Namun untuk beberapa orang teman dan juga orang lain yang iseng-iseng diatanyain, mereka mulai meninggalkan Facebook secara perlahan-lahan. Kenapa? Kalau  pertanyaan itu dijawab sama saya, maka saya menjawab karena sudah sedikit bosan :p.

Dari pengalaman terhadap diri sendiri, Facebook sekarang hanya digunakan sebagai ajang narcist untuk upload foto atau upload video. Selain itu facebook sekarang dijadikan arena untuk berburu hadiah dan juga berburu permainan untuk kesenangan.

Dengan adanya FBML, para developer dari dunia manapun bisa membuat games mereka agar bisa terhubung dengan facebook. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan, mereka berusaha mencari pelanggan mereka melalui social network terbesar ini. Mulai dari hadiah yang cuma nonton bioskop sampai juga berhadiah mobil, para perusahaan mencoba berkomunikasi melalui media ini.

Dari sinilah saya merasa Facebook kedepannya merupakan “sarang” dari aplikasi. Dengan basis data yang sangat besar facebook dengan otomatis akan menjual dirinya sendiri ke semua pihak yang ada di belahan dunia. Semua orang ataupun perusahaan berusaha untuk dapat mengakses ke database tersebut. Jadi sudahkan perusahaan anda mengakses database tersebut?

Acer Liquid E, Another Android Device

Demam Android, itulah tema Indonesia Cellular Show 2010 yang berakhir kemarin hari minggu tanggal 19 Juli 2010. Dimana-mana ada gambar si robot ijo ini. Saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu sempat mengoprek OS Android di handphone jadul saya. Setelah sempat mengoprek tersebut, ternyata memang OS handphone besutan google ini sungguh canggih, dan membuat saya mengidam-idamkan memiliki handset canggih dengan OS tersebut.

Berjalan-jalan selama di ICS dan baca-baca twitternya Acer Indonesia, saya menemukan sebuah handphone dari perusahaan (yang saya tahu) adalah perusahaan penjual laptop, yaitu Acer. Handphone ini diberi nama Acer E Liquid.  Saya pikir pertamanya ini bukan handphone, mengingat yang menjual adalah pedagang laptop/notebook, maka tebakan saya adalah tablet (pesaing dari iPad yang lagi heboh).

Mencoba-coba Acer ini, memang tidak ada yang special dari sisi fitur (gak munafik :p) dibandingkan dengan handphone dalam satu level. Ini karena saya sudah teracuni oleh banyaknya handset android yang ada disana. Mulai dari nexian, sampai dengan sony ericsson mengeluarkan handset berbasis Operating System ini. Tapi walaupun tidak ada yang special, namun tetap aja handphone ini merupakan handphone dalam jajaran papan atas, karena technology yang dibawahnya. Layarnya sudah lembut terasa, tak perlu lagi teken-teken seperti handphone touch screen lama saya.

Oh iya, kalau diliat-liat spec, dimensi, dllnya sih mirip iPhone 3G, tapi yang ini sedikit lebih canggih. Prosesornya berkecepatan 768 Mhz, sedangkan iPhone 3G hanya 412Mhz. Kamera built in yang digunakan sebesar 5 Mega Pixesl lebih tinggi specnya dibanding iPhone 3G yang hanya 2 Mega pixels. Selain itu tentu saja dari sisi OS menangan yang Acer, karena Android ini, terutama di bagian Multitaskingnya.

Kalau mau main games, experiencenya sama seperti iPhone 3G, dengan Accelerometer, membuat games menjadi seru, tanpa perlu teken-teken layar lagi (summon chika, untuk memberikan video dari  games yang telah saya mainkan). Ehem.. Jika saya disuruh memilih iPhone 3G dan Acer ini, dengan milihat sisi fitur mungkin saya akan memilih handphone ini.

Yah daritadi ngebahas fitur semua, dari sisi expansi bisnis, acer melakukan langkah yang tepat untuk bermain di smartphone berbasis Android. Di mashable, pernah dibahas, baha android saat ini sedang tumbuh-tumbuhnya untuk menggerogoti platform-platform lainnnya.

Trend komputasi mobile pun sekarang semakin marak, mulai dari aktifitas bisnis sampai dengan aktifitas social bisa dilakukan di mobile. Hal ini ditambah dengan dukungan koneksi yang murah (kadang ada orang yang masih bilang mahal) dari operator telekomunikasi di Indonesia. Nah dengan melihat trend tersebut, acer semakin melengkapi product-product technology mereka.

Ada satu pertanyaan yang mungkin sampai sekarang belum terjawab yang terlintas di benak saya, mengapa Acer E Liquid ini di posisikan sebagai handset yang cukup mahal (Rp. 4,5 juta sekian-sekian), sedangkan Acer itu telah terbentuk (di kalangan teman-teman saya) sebagai laptop murah & berkualitas di Indonesia? Kenapa mereka tidak keluar dengan solusi handphone murah juga ya, mengingat market Indonesia yang price sensitif juga?

Ah sudahlah, over all saya senang dengan adanya Aer E Liquid ini, menambah khasanah per Android-an di Indonsia. Selamat datang era Android di Indonesia

iPhone 4, Recommended or Not?

Tadi sore Customer Reports sempat menjadi trending topics di twitter, saya penasaran ada apa sih sebenarnya. Ternyata isinya seputaran iPhone. Ketika saya cari tentang Customer Reports di Twitter, semuanya mengatakan bahwa iPhone 4 tidak recommended.

Whatt?? iya ternyata problemnya adalah pada antena. Sebenarnya issue antena ini sudah ada dari beberapa hari setelah iPhone tersebut keluar untuk diperdagangkan. Video dari Customer Reports ini, mungkin bisa dilihat di video dibawah ini:

Steve Jobs, sebagai bos Apple merasa gerah, beliau menulis seperti ini: “Consumer Reports may be the best magazine there is but I can’t recommend it because it won’t open from the lefthand corner.” (maaf tidak bisa screenshot karena error). Selain itu menurut engadget, apple juga menghapus di beberapa forum terkait dengan berita ini. wew.. sampai sebegitunya om..

Hmm… error ini juga sebenarnya bisa dijadikan senjata bagi para pesaing penjual iPhone tersebut, i.e. di Indonesia, XL ataupun Indosat bisa saja menyerang Telkomsel dengan hal ini, itupun kalau Telkomsel menjual iPhone 4.

Haruskah kita membeli iPhone 4?

Gru-gle.com & grugleearth.com from Despicable Me

Buka twitter pada hari ini ini, eh ternyata ada Disana ada Trending Topics berbayar dari Despicable Me. Mengulang sukses Toy Story 3, Despicable Me melakukan promosi yang sama dengan membeli trending topics di twitter sehingga orang dari seluruh penjuru dunia bisa melihatnya.

Tidak hanya itu saja, setelah saya klik, ternyata film yang di usung oleh UniversalPictures ini juga membuat campaign digital lainnya yaitu grugle. Grogle ini dikemas semirip mungkin dengan google search. Tidak  hanya google search, grugle juga membuat grugleearth, dimana mereka menggunakan fitur dari google earth untuk mempromosikan dan menambah informasi tentang event-event yang terkait film tersebut. Dan juga mereka membuat Youtube versi grugle dengan nama grutube.

Wew setelah di telusur lebih lanjut, selain di google & twitter, mereka juga membuat fanpage di facebook. Hmm Oke, ini benar-benar memaksimalkan social media yang ada, kita bisa menemukan Despicable Me ini dimana saja saat kita sedang melakukan aktifitas di dunia internet. What a great digital campaign!!!

Oh iya website mereka adalah http://www.despicable.me/ silahkan dieksplore lebih lanjut.