Monthly Archives: June 2010

Please Open Your Mind About Digital Advertising

Beberapa company saat ini sudah mulai melirik untuk bermain di digital media. Mulai dari banner, search engine marketing, email marketing, ataupun social media, dan masih banyak lainnya. Namun dari yang saya lihat ada beberapa hal yang harus sangat diperhatikan oleh semua pemain yang ingin bermain di digital advertising, termasuk saya sendiri yaitu masalah pola pikir.

Pola pikir di digital media tidaklah sama dengan traditional media (tv, radio, print ads, etc.). Hal yang paling simple yang sering saya alamin adalah timeline. Mungkin sering kita dengar mitos bahwa digital advertising itu lebih cepat dari media tradisional. Menurut saya tidak, bahkan bisa lebih panjang. Contohnya saja, jika kita membuat sebuah print ads, kita hanya sebatas sampai tools manipulating gambar. Berbeda ketika kita membuat sebuah banner atau bahkan microsite, dimana ada proses tambahan yaitu programming. Karena mitos yang mengatakan digital media ini cepat, maka terkadang banyak user yang melakukan request layaknya memakan buah cabai, yang ketika kita makan langsung berasa pedas.

Selain itu trend microsite, fanpage, ataupun membuat sesuatu yang bisa digunakan pada waktu yang cukup panjang, saat ini sedang hangat-hangatnya, banyak pemain yang ingin membuat brand mereka dengan hal tersebut. Terkadang karena trend inilah mereka jadi terkesan sporadis, mereka hanya hit and run dan tidak memikirkan strategi kedepannya akan seperti apa. Ntah ini  akibat dari kebiasaan di traditional media yang hanya memikirkan placement, tanpa ada komunikasi diantaranya, atau ada hal lainnya? Dalam traditional media, sampai saat ini saya belum menumukan adakah sesuatu yang mirip dengan hal  ini, mungkin ada yang punya infonya?.

Pola pikir yang berdasarkan exemplar sekarang berubah menjadi sebuah nilai yang terukur. ini kadang menjadi sesuatu yang kita takuti karena nilai yang terukur tersebut menjadi sebuah boomerang untuk kita. Kita bisa dianggap sangat sukse dan sangat berhasil akibat placement yang kita lakukan. Jika dalam traditional kita hanya berdasarkan asumsi atau berdasarkan hasil survey yang terkadang hanya dikeluarkan oleh 1 lembaga tanpa ada pesaing. Dengan digital advertising, report bisa kita lihat secara live, karena data-data yang menjadi parameter pengukurang langsung masuk ke server dan langsung dapat ditampilkan.

So mari kita membuka pikiran dengan mengkombinasikan antara traditional media dan online media dan meyakinkan diri kita bahwa 2 hal tersebut benar-benar berbeda.

Suka Duka Beberapa FItur di iOS 4 iPhone 3G

Hari selasa kemarin saya mengupdate iPhone 3G saya menjadi menggunakan iOS 4. Memang dalam iPhone 3G, iOS 4 ini tidak berjalan sangat maksimal karena beberapa fitur tidak bisa di jalankan. Beberapa website yang saya lihat mengatakan fitur-fitur yang tidak bisa jalan tersebut bisa kita jalankan jika kita mau men-jailbreak iPhone 3G kita.

Beberapa hari menggunakan iOS 4 ini, ada beberapa fitur & applikasi yang saya sukai yaitu:

  1. Unified Inbox. Seperti Blackberry, begitulah saya menjelaskan dengan enteng ke teman-teman yang menanyakan bedanya apa antara OS lama dan OS baru tersebut. Sebenarnya hanya mirip, karena dalam unified inbox ini, e-mail dalam folder-folder yang kita definisikan dalam iPhone tidak ditampilkan, berbeda dengan Blackberry yang mengeluarkan semua messagenya sampai ke folder-folder yang kita definisikan. Satu lagi improvement di sisi e-mail ini adalah koneksi yang saya rasakan lebih stabil dari sebelumnya. Jika sebelumnya saya menggunakan jaringan GPRS sangat-sangat susah untuk menarik e-mail, kini dengan jaringan GPRS saya malah dengan mudah membaca e-mail yang ada di iPhone. Siang ini (25 Juni 2010), saya menemukan kejanggalan dalam proses e-mail yang ada di iOS 4 ini. Saya me-reply e-mail ke banyak orang, ternyata e-mail tersebut sudah sampai dan di handset e-mail tersebut masih bercokol di outbox, dan ketika saya mencoba kirim lagi, keluar notifikasi error, dan sebenarnya notifikasi ini adalah palsu, karena e-mail yang saya coba kirimkan lagi ternyata tetap terkirim.
  2. iBook. Saya pernah mencoba mendownload buku-buku yang ada di iTunes, tapi berbeda dengan iBook ini. iBook langsung mendeteksi dimensi daripada buku yang kita baca sehingga tulisannya tidak terlalu kecil atau terlalu berat. Hal negative  rasakan adalah, jika kita baru pertama membuka buku tersebut, dibutuhkan sedikit kesabaran karena loadingnya cukup lama. Ntah kenapa ya loadingnya bisa lama? ada yang tau?
  3. Folders. Dengan folder ini kita bisa menggabungkan applikasi-applikasi kita sehingga lebih rapi dan teratur. Dengan fitur ini saya jadi tau ternyata sebagian besar applikasi yang saya download adalah games.
  4. Faces and Places in Photo. Dengan fitur ini kita bisa tau dimana lokasi kita pernah mengambil foto yang ada di iPhone kita.

Untuk masalah wallpapers & multi tasking, wah saya kurang tau, kecuali ada yang mau memberikan ke saya iPhone 3GS atau bahkan iPhone 4. anyone? 😛