Mari Membangun Komunitas

Komunitas adalah sebuah tools marketing yang baru yang mana tugasnya adalah sebagai salesman word of mouth. Mereka berbagi pengalaman antar sesama anggota komunitas terhadap suatu produk yang mereka pakai.

Membangun komunitas adalah susah-susah gampang. Komunitas terjadi karena adanya sekelompok orang yang membentuk sebuah perkumpulan karena mempunyai kesamaan ketertarikan terhadap sesuatu. Kebanyakan komunitas yang lahir akibat ketertarikan terhadap produk tertentu, dimulai dari pelanggan produk itu sendiri. Mereka mencari dan mengumpulkan teman-teman yang memiliki ketertarikan serupa, sehingga terjadilah komunitas itu secara alamiah.

Inilah arti sesungguhnya dari komunitas, para pelanggan terikat secara emosional dan functional. Mereka lahir karena kemauan dari diri sendiri, bukan di-trigger dari pihak manapun. Dengan begini mereka akan membanggakan produk tertentu tersebut dan akan membelanya mati-matian serta akan selalu merekomendasikan produk tersebut ke siapa saja. Mereka juga akan aktif untuk terus membangun komunitas ini tidak hanya menjadi lurker (anggota passive). Hal ini tentu saja menguntungkan perusahaan yang memilik produk tersebut, karena semakin besar komunitas, maka produk mereka juga akan terdengar semakin besar.

Ada juga komunitas yang dibangun oleh sebuah perusahaan. Kebanyakan perusahaan yang membangun komunitas memiliki tujuan untuk membuat pelanggan mereka menjadi terikat secara emosional dan functional terhadap produk mereka, sehingga pelanggan akan menjadi pelanggan yang merekomendasikan produk mereka dan membela produk mereka mati-matian (advocate customer).

Cara seperti ini kadang terkesan memaksa pelanggan untuk bergabung ke komunitas dan akibatnya komunitas yang terjadi adalah komunitas semu. Calon anggota hanya akan mendaftar saja dan anggota komunitas tersebut akan menjadi anggota passive, mereka hanya menjadi lurker dan pengembangan komunitas pun menjadi satu arah, hanya dari perusahaan saja. Contohnya apabila perusahaan mengadakan event, para anggota mereka akan senang, tetapi setelah satu langkah keluar venue event, mereka hanya akan berterima kasih terhadap perusahaan dan komunitas perusahaan tersebut.

Apalah arti komunitas tanpa anggota yang kreatif dan aktif, jika seperti ini maka ini hanya bentuk terima kasih perusahaan terhadap pelanggan saja, tanpa ada efek samping terhadap produk mereka. Ingat!!! semakin besar komunitas akibat produk, maka nama produk tersebut akan selalu dibawa sehingga brand awareness produk tersebut akan semakin meningkat.

Terkait dengan membangun komunitas ini, saya terbesit sebuah ide yang menurut saya sangatlah menarik. Saya memanfaatkan teori matematika himpunan yaitu tentang irisan. Kenapa perusahaan tidak memanfaatkan komunitas-komunitas yang sudah ada dan mengambil irisan dari sesama komunitas tersebut. Misalnya Komunitas A beranggotakan 20 dan 10 diantaranya tertarik terhadap produk A, Komunitas B beranggotakan 30 dan 15 diantaranya tertarik juga terhadap produk A, lalu Komunitas A dan Komunitas B digabungkan dalam sebuah kegiatan, dan mempertemukan anggotanya. Nah dari pertemuan Komunitas A dan Komunitas B dicari anggota dari masing-masing komunitas tersebut yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap produk A (dalam hal ini 25 orang), dan mereka di-trigger untuk membentuk suatu komunitas terhadap produk A.

irisan-komunitas

Jadi pembentukan komunitas ini seolah-olah bukan dari perusahaan tapi dari pelanggan mereka. Perusahaan hanya berperan untuk me-manage komunitas-komunitas yang sudah ada. Bentuk trigger inilah yang harus dibentuk oleh perusahaan, bagaimana membuat produk mereka agar bisa diperbincangkan. Dalam contoh perusahaan pemilik produk A harus membuat produk A diperbincangkan oleh 25 orang sehingga mereka tertarik untuk membuat sebuah komunitas. Anggota pada komunitas tersebut pasti akan tetap aktif di komunitas sebelumnya karena induk mereka tetaplah di komunitas sebelumya tersebut.

Setelah terbentuk komunitas tersebut, hendaknya perusahaan tidak hanya membuat sebuah kegiatan dari sisi mereka, tetapi melibatkan para anggotanya. Mereka harus mengikut sertakan anggota mereka untuk meng-generate ide dan untuk menjadi event orginizer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>