Category Archives: Marketing

Berita yang Berisi Iklan (Nurdin M. Top dan Internet)

Dapet dari Chika, pengen saya abadikan di blog ini. Ntah ini berita, atau ini iklan, dan ini benar-benar langka terjadi di Indonesia. Bisa aja tuh yg nulis, menghubung-hubungkan Nurdin M. Top dengan produk tersebut… kenapa gak si produk itu mengeluarkan press release aja yah.. mana disana gak di jelaskan keyword untuk nyari content laptopnya si bang nurdi lagi… Tapi hebat, ini unik banget, sampai saya juga rela meng-copas-nya….

sumbernya dari sini

Mengintip Laptop Noordin M Top

Selasa, 6 Oktober 2009 | 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu barang bukti yang paling menarik dari penggerebekan Noordin M Top di Jebres, Solo, Jawa Tengah adalah laptop miliknya. Polisi langsung mengamankan barang tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.

Konon laptop tersebut dibawa-bawa Noordin M Top dalam misinya menebar teror di Tanah Air. Isinya pun berkait dengan rencana sejumlah aksi pengeboman yang disusun dengan rapi dan terkoordinasi.

Konon, laptop tersebut berisi dokumen-dokumen keterlibatan Noordin dalam jaringan Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Laptop tersebut juga memuat video persiapan bom Mega Kuningan dan rencana pengeboman terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berhasil digagalkan polisi.

Namun, tak semua isi laptop Noordin M Top dibeberkan polisi kepada publik. Kabarnya beberapa dokumen bocor ke internet. Pengin tahu apa saja isi laptop Noordin yang bocor itu? Paling bebas adalah dengan menelusuri lewat mesin pencarian seperti Google.

Tentu gampang-gampang susah menelusuri berita gosip baru yang belum jelas alamat situs web-nya. Karenanya, akses internet unlimited paling cocok buat pengguna yang haus berita dan tak lepas untuk selalu berselancar di dunia maya, apalagi jika harganya cocok dan bisa disesuaikan dengan kapasitas kantong.

Misalnya paket yang ditawarkan Smart Telecom. Untuk akses internet unlimited berkecepatan broadband hingga 3 Mbps dengan ongkos Rp 10.000 per hari, rasanya hal itu sangat terjangkau. Kalaupun kantong cekak, ada pilihan Rp 3.000 untuk akses unlimited hingga kecepatan 153,6 Kbps.

Dengan akses internet unlimited, pengguna tak perlu khawatir biaya membengkak. Apalagi dengan kombinasi paket modem atau laptop Smart, akses internet bisa di mana saja, dan diskon akses pun pasti didapat. (*)

Lebaran Tiba, Diskon pun Tiba

Tadi jalan-jalan ke Mall Taman Anggrek bermaksud untuk shopping, membelikan oleh-olah untuk orang tua disaat lebaran nanti, dan juga membelikan baju baru untuk saya sendiri :P.

Setelah sampai disana saya langsung ke salah satu Dept. Store yang sedikit iming-iming harga murah dan diskonnya, mungkin kita sebut Dept. Store A, disana saya melihat sebuah jaket berharaga sekitar 200 ribuan, tanpa diskon. Tapi saya tidak beli. Jalan-jalan terus muter-muter di Dept. Store tersebut sampai lelah.

Setelah keluar dari Dept. Store A tersebut, saya pindah ke Dept. Store yang lain sebut saja Dept. Store B. yang ini banyak sekali iming-iming diskonnya. Sayapun muter-muter disana. Dan ternyata saya menemukan sebuah jaket yang sama di Dept. Store A tadi. Saya langsung ngetes harganya, ternyata harganya sekitar300 ribuan, dengan diskon 30%. Waks setelah saya hitung-hitung ternyata harganya tidak jauh beda dan lebih mahal yang di Dept. Store B.

Dept. Store B ini menurut teman kantor saya, banyak menjual barang yang lebih murah dari Dept. Store A. Mungkin benar adanya untuk beberapa items. Tapi mereka bukanlah orang yang bodoh, dari pengalaman saya ini, saya merasa meraka sengaja menaikkan harga jaket di Dept. Store B, untuk mensubsidi keuntungan dari barang-barang lain yang katanya lebih murah tersebut. Nah jadinya mereka tidak terlalu rugi.

Dari pengalaman saya tadi, saya jadi berfikir, ternyata ilmu window shopping terlebih dahulu itu sangat penting, agar pada saat beli, barang yang kita bayar sesuai harganya, dan kita tidak merasa ditipu.

Merdeka!!!! Mari Rayakan HUT Indonesia Bersama Kojakers

Salah satu bentuk media promosi adalah community, nah berikut ini ada salah satu community yang cukup menarik, dimana anggota community tersebut merayakan Hari Ulang Tahun Negara Indonesia dengan membuat sebuah video yang dibuat oleh goenrock yang berisi tentang lagu Hari Merdeka. Tonton saja videonya:

selain itu juga mereka membuat sebuah video seruan yang berisi “KAMI TIDAK TAKUT” dalam rangka mendukung campaign #IndonesiaUnite yang ternyata campaign ini bisa membantu pengambilan keputusan beberapa artist rock sehingga mereka bisa tampil di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Berikut videonya:

Semoga dengan adanya video ini bisa menambah nasionalisme dari rekan-rekan pembaca sekalian dan juga bisa dijadikan sebagai media untuk mempromosikan Indonsia.

Papan Iklan di Facebook Fans Page

Facebook Application adalah sebuah applikasi yang dibuat oleh sesorang dengan menggunakan API dari Facebook sehingga applikasi tersebut bisa ditempelkan di Facebook.

Karena saya mempunyai beberapa page di Facebook (simPATI, Kartu As, kartuHALO, dan NSP1212),  saya jadi berfikir untuk membuat 1 buah halaman yang menempel pada halaman tersebut yang berisi seperti layaknya sebuah papan iklan.

Baca-baca referensi tentang Facebook Application and Platform, saya coba membuat sebuah papan iklan yang sangat-sangat sederhana. Saya hanya mengandalkan satu buah halaman yang saya taruh di hosting saya ini, trus saya tempelkan dengan API dari Facebook, kemudian habis itu ketika applikasi tersebut telah konek saya taruh di salah satu page.

Yah setelah bersusah payah, dengan codingan yang sangat singkat dan secepat-cepatnya serta error meng error, akhirnya jadi juga, bisa diliat di sini.

nah screenshotnya di bawah:

simpatistories

Efektif dan Efisien

Di era serba digital seperti sekarang, Information Technology merupakan suatu kewajiban yang harus dimiliki oleh setiap lini dalam perusahaan. Salah satunya adalah di marketing.
Saat ini digital marketing sedang menjadi perbincangan banyak orang, dan banyak juga perusahaan-perusahaan sudah melirik metode ini. Salah satu bentuk digital marketing adalah dengan membuat sebuah microsite untuk mendukung sebuah kegiatan dalam perusahaan.
Salah satu keyword dalam perusahaan adalah efektif dan efisien. Dalam hal efisien inilah perusahaan harus hati-hati, terutama terkait dengan digital marketing. Saya punya sebuah cerita yang menurut saya menarik dalam hal efisiensi budget.
Ada cerita dari teman saya bahwa perusahaan tempat dia bekerja sedang membangun sebuah microsite. Dalam project ini tim yang disuruh meng-handle pekerjaan tersebut adalah orang yang kurang mengerti tentang seluk beluk microsite/website. Sebagai informasi perusahan tersebut telah memiliki sebuah online media agency yang akan menangani project tersebut.
Dengan bermodalkan percaya diri, tim yang dibentuk langsung menjalankan project tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan departemen IT terkait atau minimal berkonsultasi dengan orang yang mengerti tentang seluk beluk microsite/website ini. Dalam satu waktu, datanglah invoice yang bernilai IDR 10 juta hanya untuk sebuah hosting 15GB. Salah satu dari tim tiba-tiba iseng menanyakan dengan seseorang yang mengerti sedikit tentang microsite/website tersebut. Dan orang yang ditanyapun kaget…
Dengan mengkalkulasi kebutuhan besarnya kapasitas hosting tersebut orang yang ditanya memberikan rekomendasi bahwa yang dibutuhkan tidak sampai sedemikian besar tapi hanya kurang dari 1 GB. Dan ketika hal itu disampaikan dengan agency, maka nilai invoice yang tadinya IDR 10 juta tersebut menjadi IDR 500 ribu saja.
Dari cerita di atas, maka pelajaran berharga disini adalah jika kita tidak berhati-hati maka usaha untuk mengefisiensi budget akanlah gagal. Setiap orang akan melihat celah, maka kita harus selalu berusaha menutupi celah tersebut.

Customer Oriented

Mengerti apa yang pelanggan mau jika ingin perusahaan maju.  Di jaman pelanggan yang semakin pintar, perusahaan dituntut untuk memenuhi keinginan pelanggan (secara luas ataupun ter-segmentasi) agar pelanggan yang sudah ada tidak kabur, dan calon pelanggan benar-benar menjadi pelanggan bagi produk mereka. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut tidaklah gampang, perusahaan harus siap mengkustomisasi produknya, dan bahkan bisa saja merubah bentuk dari produk tersebut.

Nah jika mengingat tentang kebutuhan pelanggan tersebut, saya jadi teringat tentang angkot di tempat saya pada waktu saya masih di SMP. Angkot-angkot tersebut mengerti apa yang anak sekolah inginkan. Mereka berlomba-lomba melakukan modifikasi terhadap mobil mereka, mulai dari saling men-ceper-kan roda ban, sampai dengan memasang sound system yang suaranya terdengar cukup jauh.

Lho apa hubungannya dengan mengerti kebutuhan pelanggan? yah angkot-angkot ini menyasar segment anak-anak sekolah. Dan pada waktu saya SMP saya dan teman-teman tidak mau naik angkot jika angkot tersebut tidak ada musik atau tidak kelihatan gaul. Dan memang usaha dari angkot-angkot ini mendatangkan hasil, setiap jam berangkat atau pulang sekolah, angkot-angkot yang telah memodifikasi mobilnya ini sangatlah penuh, sampai-sampai rela berdiri, bahkan bisa berbahaya bagi nyawa mereka sendiri (lalu kenapa saya lakukan ini pada jaman dahulu yah? ha ha ha), padahal banyak angkot-angkot lain yang lebih kosong.

Ketika penumpang sudah melebihi kapasitas mobil dan penumpang memaksa untuk tetap naik walaupun posisi mereka di angkot berbahaya maka si sopir akan mendapatkan uang lebih dari pelanggannya. Dan loyalitas pelangganpun bisa meningkat karena pelanggan (anak-anak sekolah) rela menunggu lama hanya untuk menaiki angkot gaul tersebut.

Iklan di Cek Pulsa

Sering kali kita melihat tulisan seperti di bawah pada waktu kita melakukan cek pulsa:

Sisa Pulsa Rp. xxxx. Aktif s/d xx/xx/xx.Ktk REG XX krm ke 9233,dpt Gratis XX XX XX XX

Tanpa disadari, ternyata pada waktu cek pulsa disisipi dengan iklan. Yah teknologi cek pulsa ini membantu operator telekomunikasi untuk menambah channel media mereka.

Jika dulu saya pernah menulis tentang NSP (Nada Sambung Pribadi) sebagai iklan, nah salah satu media lain yang menurut saya sangat potensial adalah cek pulsa ini. Para Content Provider atau Label Music sangat suka sekali jika mereka mendapatkan izin untuk meletakkan produk mereka di cek pulsa ini.

Media seperti ini menurut saya dari sebagai pelanggan, lebih mengenakkan daripada SMS Broadcast. SMS broadcasat memang berguna jika informasinya itu tepat buat saya. Tapi pas giliran tidak tepat rasanya hal tersebut seperti SMS Spam.

Nah kalau dari si pengiklan, hal ini agak susah dilakukan, karena harus mendapatkan izin dari operator, kalau operatornya tidak setuju, berarti yah mereka tidak bisa memasang iklan di cek pulsa tersebut. Berbeda dengan SMS Broadcast, kalau mereka tidak mendapatkan izin dari operator, mereka cukup meminta nomor handphone masing-masing pelanggan mereka (seperti yang banyak dilakukan di shop-shop dengan menyediakan buku untuk mengisi nama dan nomor HP) dan mereka bisa membuat sistem sendiri tanpa perlu repot-repot urusan dengan operator.

Fase-Fase Pertumbuhan Pasar dalam Kategori Pelanggan

Kemarin (16 Juni 2009) di kantor, saya diikutsertakan dalam pemilihan salah satu market research agency. Salah satu tahap dari proses pemilihan research agency ini adalah menjawab sebuah studi kasus. Saya tidak membahas tentang masalah studi kasusnya, tapi saya hanya melihat ada satu buah kemiripan dari apa yang dipresentasikan oleh para calon agency tersebut.
Kemiripan tersebut adalah dalam hal fase-fase pertumbuhan di dunia telekomunikasi. Fase disini berkaitan dengan kategori dari pelanggan di industri telekomunikasi. Adapun fase-fase tersebut adalah:

  1. Innovators. Orang-orang yang dalam kategori adalah orang yang pertama menggunakan produk telekomunikasi. Biasanya orang-orang inilah yang mencoba-coba terhadap produk-produk yang ada dan akan memberikan testimonial pertama kali bagi produk tersebut.
  2. Early Adopters. Setelah berhasil, orang-orang yang mengerti tentang telekomunikasi dan ingin menempatkan dirinya menjadi orang yang termasuk duluan menggunakan produk telekomunikasi akan segera ikut membeli produk telekomunikasi. Early adapters ini sepertinya untuk para gadgeters.
  3. Early Majority. Setelah market menunjukkan sebuah pertumbuhan yang baik, maka konsumen secara luas sudah mulai mengerti tentang produk telekomunikasi dan mereka pun akan membeli produk ini. Nah pada fase inilah industir telekomunikasi mendulang emasnya.
  4. Late Majority. Seiring dengan waktu, produk telekomunikasi lama kelamaan menjadi sebuah produk yang sangat dibutuhkan oleh konsumen. Orang-orang dalam kategori ini adalah orang-orang yang agak sedikit terlambat dalam hal menggunakan produk telekomunikasi. Penyebab terlambatnya menggunakan produk telekomunikasi tidak hanya datang dari diri si pelanggan saja tapi bisa saja datang dari si operator sendiri, misalnya hambatan dalam ekspansi jaringan.
  5. Laggards.Tentu saja masih ada orang yang benar-benar tidak perduli dengan telekomunikasi, nah orang-orang dalam kategori ini bisa saja akan menggunakan produk telekomunikasi akibat desakan dari lingkungannya atau faktor lainnya.

Telekomunikasi selain merupakan industri dengan kategori services, tapi juga merupakan industri yang berbasis teknologi. Nah saya berfikir, sepertinya fase-fase ini dapat terjadi pada industri-industri atau produk-produk yang berkaitan dengan teknologi. Misalnya saja untuk blog, kalau saya liat, blog sekarang sudah masuk dalam tahap early majority, dimana menjadi blogger adalah perbincangan dimana-mana dan orang-orang sudah mulai ingin ikut membuat blog.

Loyalty Program

Loyalty programs adalah program yang digunakan oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk meningkatkan ke-loyal-an dari pelanggan mereka. Bentuk loyalitas ini bisa berupa pemberian reward kepada pelanggan dengan harapan bahwa pelanggan tersebut akan meningkatkan loyalitas mereka.

Salah satu program layalitas ini adalah TEKOMSEL Poin. Program ini dibuat oleh operator merah untuk pelanggan mereka yang berupa sebuah undian berhadiah. Sebenarnya bukan hanya TELKOMSEL saja yang mengeluarkan program seperti ini, namun kompetitor-kompetitornya dan perusahaan-perusahaan lain juga mengeluarkan program-program loyaltas yang serupa atau program loyalitas yang lain.

Memang program-program berupa undian seperti di atas, jika benar-benar tepat sasaran, maka bisa jadi pelanggan akan semakin mencintai produk dari perusahaan yang mengeluarkan program tersebut. Namun dengan maraknya program-program loyalitas yang mengumbar sebuah hadiah yang sangat menggiurkan, membuat orang-orang yang berprofesi sebagai penipu tidak tinggal diam. Mereka benar-benar memanfaatkan momen ini untuk menipu pelanggan-pelanggan dari perusahaan yang membuat program tersebut. Jika pelanggan yang menganggap bahwa penipu tersebut benar-benar dari perusahaan yang mengeluarkan program maka dia merasa ditipu oleh perusahaan tersebut, dan image perusahaan tersebut akan menurun di mata pelanggan.

Kasus penipuan ini juga membuat perusahaan yang membuat program harus terus berupaya meyakinkan pelanggan mereka bahwa program yang mereka buat itu benar-benar resmi dan tidak menipu, dan juga mengingatkan pelanggan agar bisa bersikap hati-hati jika ada penipu yang mencoba mempengaruhi mereka. Pertanyaannya apakah pelanggan benar-benar bisa percaya kembali tentang program-program seperti ini setelah adanya kasus-kasus penipuan?

Baru-baru ini ada satu orang lagi yang tertipu. Jika saya cari di internet dengan menggunakan keyword “undian penipuan” ada banyak blog atau website yang telah mempermasalahkan ini. Selain mempermasalahkan mereka juga mengingatkan kepada pelanggan untuk lebih berhati-hati agar tidak mudah tertipu dengan orang-orang yang memanfaatkan program tersebut.

Penipuan semakin marak, dan sudah memakan korban, apakah penegak hukum di negara kita mau benar-benar menuntaskan kasus ini sampai ke akar-akarnya?