Gaya Gravitasi Blog

Wah blog udah kaya planet aja, pake gaya gravitasi segala. Tapi itulah yang saya amati, sebenarnya blog itu memiliki gaya tarik tersendiri. Saya baru menemukan dua buah pusat gravitasi tersebut, antara lain:

  1. Pusat Gravitasi Content. Blog memiliki bermacam-macam content mulai dari kehidupan sehari-hari yang nyata sampai dengan dunia khayalan dari seorang blogger. Terkadang dari sekian banyak content tersebut terdapatlah sebuah content yang sangat menarik yang akan menunjukkan sebuah gaya gravitasiΒ  kepada para pembacanya. Gaya gravitasi yang dimaksud di poin ini adalah content dari seorang blogger akan dibicarakan oleh blogger-blogger lain yang akan membuat blogger-blogger lain tersebut membahas lebih lanjut content yang sudah ada. Misal jika ada sebuah blogger menulis tentang prediksi tentang tahun 2009 di blognya, karena content tentang prediksi 2009 ini menarik, jadilah blogger lain yang telah membacanya akan membuat dengan prediksi ini dengan versi mereka masing-masing. Proses ini akan terus berlanjut tanpa henti. Jadi disini, content menarik para pembacanya untuk terus membahasnya walaupun sejauh apapun pembaca tersebut dari blogger yang pertama kali menciptakan content tersebut (blogger-teman-teman-sampai teman ke-n).
  2. Pusat Gravitasi Blogger. Menurut saya pusat gravitasi yang kedua agak sedikit statis, dimana content tidak diperhatikan tetapi siapakah blogger yang menulisnya, mereka terus mengamati apa yang blogger tulis, tanpa ada pengembangan content di tempat lain. Ini murni meningkatkan traffic dari sebuah blog, tanpa ada saingan. Kebanyakan pusat gravitasi ini ditimbulkan oleh blogger-blogger yang artis. Pusat Gravitasi Blogger ini bisa menciptakan traffic yang tinggi untuk sebuah blog.

Dalam dunia online marketing, kedua pusat gravitasi ini penting dan bermanfaat. Dalam pusat gravitasi yang pertama, bayangkan jika ada sebuah produk yang dibahas oleh si blogger dan yang lainnya juga tertarik, maka produk tersebut akan menjadi pembicaraan para blogger dan bisa menjadi pembicaraan di dunia maya, tentu saja hal ini akan meningkatkan ekuitas dari produk tersebut (Pusat Gravitasi ini dalam dunia marketing sering disebut word of mouth). Sedangkan pusat gravitasi yang kedua, seperti cara website biasa, karena traffic yang tinggi maka perusahaan bisa menaruh iklan produk mereka di blog tersebut. Karena banyak yang mengunjungi jadi orang pasti akan melihat iklan mereka.

Hal diatas adalah manfaat pusat gravitasi untuk perusahaan, bagaimana dengan blogger, apa manfaatnya? Blog yang baik harus memiliki keduanya, dengan demikian maka perusahaan tidak perlu lagi meng-hire beberapa blogger untuk publikasi produk mereka, tetapi cukup satu blogger saja.

Jika blog memiliki keduanya, maka blog tersebut akan menjadi seperti planet yang memiliki gaya gravitasi, dimana pembaca akan selalu in touch dan pembaca juga akan mengembangkan isi dari planet tersebut.

12 thoughts on “Gaya Gravitasi Blog

  1. dadan

    point pertama masuk dalam konsep kerja blogging saya bos πŸ˜€
    yang kedua kayaknya ndak .. kecuali sambung silahturahmi aja hahaha..

    Reply
  2. dani

    td koneksi putus..ntah komennya dah masuk blm ya..
    jd komputer, teknik, fisika bs nyambung ke marketing jg ya.. πŸ˜€
    gemana dgn pusat gravitasi desain krn banyak jg pengunjung yg tertarik scr visual.. πŸ™‚

    Reply
  3. podelz Post author

    @Dani:
    semua orang bisa masuk ke marketing, tapi dengan kapasitas masing-masing… yang saya tau jika di komputer maka dia akan larinya sebagai data processing untuk menganalisa suatu data πŸ˜‰
    pusat gravitasi desain? hmm… maksudnya gmn yah??

    Reply
  4. dani

    pusat gravitasi desain maksud saya..
    selain konten dan bloggernya sendiri, ada daya tarik tersendiri pd suatu blog yg memang menonjol dari sisi desain (grafis) apalg desain tsb terlisting di kumpulan/galeri desain css terbaik, walau blm tentu aksesibel dan usable
    ktnya penampilan awal memiliki starting point tersendiri πŸ˜€ cmiiw

    Reply
  5. podelz Post author

    mungkin bisa saja ada, tapi itu porsinya sangat kecil, karena dari beberapa hasil blog walking, ada yang designnya sangat sederhana tetep saja rame dikunjungi oleh para pembaca sekalian, contohnya blog salah satu artis
    mungkin untuk yang design sangat di butuhkan pada Web 1.0, dimana informasi hanya bersifat 1 arah;).

    **harusnya kita bikinin surveynya aja:D:D**

    Reply
  6. dani

    setuju jg sih mas,

    blog spt beliau (ck), jika boleh saya sebutkan mis. priyadi dot net, tikabanget dot com, punya raditya dika, guhpraset di wp dot com, dll mungkin benar kekuatannya pd isi dan karakter bloggernya, bukan desain..
    itu pun jika daya tarik (kepopuleran) diukur dari variabel jumlah komentar atau nilai ranking alexa atau bahkan page rank google πŸ™‚

    imho, yg desain menarik tanpa konten yg bagus (bagus disini pun relatif, dari yg ringan keseharian ampe yg berat berbau teknis, agama bahkan politis) mungkin cuman enak diliat dan dikunjungi, tp blm tentu dikomentari..dlm hal ini konten masih mjd raja..

    saya ngga bs nyebutin blog yg desainnya bagus krn srg disable image πŸ˜€

    survei blog istrinya mas enda nasution dl dan skripsi salah satu blogger pernah nyinggung hal itu πŸ™‚

    Reply
  7. BudiTyas

    Rasanya agak miss deh antara blog seleb dengan seleb blog. Seleb blog praktis jd seleb krn kontennya, klo blog seleb kan macam bintang tipi yg bikin blog. Konten nmr 12 lah.

    Utk desain yg penting nyaman. Indah nggaknya sih relatif. Blog dgn desain bagus paling cm jd referensi utk desain aja, tdk utk terus menerus dikunjungi, kecuali memang kontennya membahas desain n kontennya terus diupdate. Akhirnya balik lagi deh ke konten…

    Btw, traffic nggak vital kok klo mo branding web…,

    Reply
  8. podelz

    @BudiTyas
    Btw, traffic nggak vital kok klo mo branding web…
    Trus klo bukan traffic apa lagi dong yang menjadi value added buat yang melakukan branding?
    Untuk melakukan branding pasti ada investasinya, bisa dalam bentuk uang ataupun tenaga. Jika traffic tidak tinggi buat apa kita melakukan branding.
    Tujuan dari branding adalah agar sesuatu yang kita branding mencerminkan brand kita dan tetap saja tujuannya satu, yaitu jualan :). Jika jualan tidak ada yang melihat, apa kata dunia?

    Reply
  9. BudiTyas

    Antara brading dgn jualan itu meski tujuan ahirnya sama tp sasaran kegiatannya jauh beda.

    Tempat branding & tempt jual beli itupun tdk harus sama.

    Ntar sore deh aku posting tambahan, panjang soalnya. Btw, yg contoh prusahaan rokok itu beneran…

    Reply
  10. podelz Post author

    @BudiTyas
    Ditunggu postingannya…. πŸ˜‰
    Iya perusahaan rokok sudah mulai mencoba memasuki online, denger-denger dari temen vendor research si Sampoerna sudah ada budget sendiri untuk online marketing mereka.
    Yups benar memang tujuan sama tapi kegiatan jauh berbeda. Back to traffic, jika trafficnya kecil atau bahkan gak ada sama sekali, sia-sia lah kegiatan tersebut.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *