Lebaran Tiba, Diskon pun Tiba

Tadi jalan-jalan ke Mall Taman Anggrek bermaksud untuk shopping, membelikan oleh-olah untuk orang tua disaat lebaran nanti, dan juga membelikan baju baru untuk saya sendiri :P.

Setelah sampai disana saya langsung ke salah satu Dept. Store yang sedikit iming-iming harga murah dan diskonnya, mungkin kita sebut Dept. Store A, disana saya melihat sebuah jaket berharaga sekitar 200 ribuan, tanpa diskon. Tapi saya tidak beli. Jalan-jalan terus muter-muter di Dept. Store tersebut sampai lelah.

Setelah keluar dari Dept. Store A tersebut, saya pindah ke Dept. Store yang lain sebut saja Dept. Store B. yang ini banyak sekali iming-iming diskonnya. Sayapun muter-muter disana. Dan ternyata saya menemukan sebuah jaket yang sama di Dept. Store A tadi. Saya langsung ngetes harganya, ternyata harganya sekitar300 ribuan, dengan diskon 30%. Waks setelah saya hitung-hitung ternyata harganya tidak jauh beda dan lebih mahal yang di Dept. Store B.

Dept. Store B ini menurut teman kantor saya, banyak menjual barang yang lebih murah dari Dept. Store A. Mungkin benar adanya untuk beberapa items. Tapi mereka bukanlah orang yang bodoh, dari pengalaman saya ini, saya merasa meraka sengaja menaikkan harga jaket di Dept. Store B, untuk mensubsidi keuntungan dari barang-barang lain yang katanya lebih murah tersebut. Nah jadinya mereka tidak terlalu rugi.

Dari pengalaman saya tadi, saya jadi berfikir, ternyata ilmu window shopping terlebih dahulu itu sangat penting, agar pada saat beli, barang yang kita bayar sesuai harganya, dan kita tidak merasa ditipu.

2 thoughts on “Lebaran Tiba, Diskon pun Tiba

  1. kramero

    Subsidi silang gitu umum terjadi kok, Del…
    Contohnya juga antar hypermarket yang ada di jakarta.. Misalnya sebagai contoh untuk produk tissue, yang paling murah ada di hypermarket G. Untuk Jeruk ada di hypermarket HM. Untuk kecap ada di hypermarket C.

    Nah, karena salah satu produk di set paling murah, margin keuntungan diperoleh dari menaikkan harga produk lainnya. misalnya, kecapnya murah tapi telur lebih mahal dibanding tempat lain. kurang lebih seperti itu.

    Pemilihan produk mana yang bersubsidi silang tampaknya ada data statistiknya. Mungkin dari frekuensi pembelian per-bulannya kali ya.. gue juga kurang ngerti..

    Btw, nice blog… gue baru tau lo ada blog ini..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *